by

IMO Pinta Pers Tidak Tergoda Politisi Busuk

-ANEKA-44 views

JAKARTA | DESA.zone Kepentingan oknum politisi busuk masih menjadi ancaman serius bagi citra pers di Tanah Air. Sehingga, cita-cita pers mengawal peradaban melalui keterbukaan informasi publik —sangat memungkinkan siapa saja membuka akses informasi, kapan dan dimana saja— bisa saja keluar koridor.

Dewan Pengawas Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Tjandra Setiadji menilai, kepentingan seorang politisi —kadang tidak ingin diberitakan— atas kejadian-kejadian politik di negeri ini adalah tirani informasi. Pers selalu dituntut siap menghadapinya.

top

“Rayuan manis politik sebagai tantangan bagi media hari ini. Kalau media bisa bertahan, maka jayalah media kita,” tegasnya, menaggapi pertanyaan segenap insan pers pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini, di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Andy, sapaan karibnya, mengaku bangga dalam perjalanan karirnya sebagai praktisi hukum akhirnya bisa bersinggungan langsung dengan dunia pers. Menurutnya, peran itulah yang dapat ia perbuat pada sektor pembangunan bangsa dan negara.

“Peran pers sudah tidak diragukan lagi. Pers yang membentuk informasi saat ini jadi terbuka. Maka saya ucapkan selamat Hari Jadi Pers Nasional,” timpalnya.

Andy berharap, segenap insan pers —wartawan dan pemilik media— tanah air sudi bergandengan tangan membenahi peran di masa-masa mendatang. “Tentu masih banyak perlu diperbaiki. Karena tantangan akan selalu muncul di kemudian hari, seperti godaan politik, ancaman atas sebuah pemberitaan dan lain-lain,” ringkas tokoh kelahiran Bagan Siapi-Api ini.

Terpisah, Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub F Ismail mengingatkan, peringatan HPN 2020 harus dijadikan momentum memperkuat komitmen pers sebagai pilar demokrasi. Sehingga mampu mengawal pembangunan lintas ektoral melalui sajian informasi akurat, sehat, edukatif dan inspiratif.

“Sebagai organisasi badan usaha pemilik media online, IMO-Indonesia akan terus mendorong industri media (khususnya online-red) menjalankan fungsi strategis, agar dapat mengedukasi masyarakat,” pungkasnya kepada DesaZone via pesan instan WhatsApp, Minggu (9/2) siang.

Puncak peringatan HPN 2020 di Kalimantan Selatan, sejatinya diselenggaran hari ini. Namun dimajukan sehari karena penyesuaian agenda kerja presiden.[yfi/*]

top