by

Implementasi PID, Kota Agung Maksimalkan Bina Karang Taruna

BENGKULU SELATAN | DESA.zoneImplementasi Program Inovasi Desa (PID) melalui pemberdayaan karang taruna menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Desa Kota Agung, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, tahun ini.

“Selain daratan, di desa ini juga terdapat kawasan perairan berupa danau. Sejalan dengan rencana penataan Danau Kautan Serunting, karang taruna akan diberi pelatihan budidaya perikanan air tawar, supaya berikutnya bisa meramaikan aneka kegiatan usaha di danau itu,” ungkap kepala desa setempat, Suhedi, saat menerima kunjungan kerja Kapolsek Seginim, IPTU Tamsir Hasan, Sabtu (8/2/2020) siang.

top

Meski anggaran pelatihan itu tengah digodok dalam APBDes 2020, Suhedi berharap program pelaatihan akan berlanjut hingga praktek usaha keramba apung di kawasan danau.

“Kalau memungkinkan, akan sampai pembuatan satu atau dua unit keramba. Kita sesuai nanti dengan program tiga kelompok perikanan yang sudah memulai lebih dulu, untuk efisiensi biaya pemeliharaan (penjagaan keramba-red),” paparnya.

Penataan Danau Kautan Serunting menjadi kawasan ekowisata, sambung Suhedi, sudah dimulai kelompok lokal perikanan Mina Agung, kelompok hamparan Taruna Muda dan kelompok Rintisan Serunting sejak tahun lalu, berupa land clearing lokasi utama.

Selain PID melalui pemberdayaan karang taruna, sesuai Rencana Kegiatan Pemerintah (RKP) Desa Kota Agung tahun 2020, urai Suhedi, akan dilaksanakan pengadaan tempat sampah untuk setiap rumah (130 unit), pembangunan dua gapura desa, pembuatan sembilan patok tapal batas, pembuatan saluran pembuangan air limbah (SPAL) sepaanang 70 meter, jalan rabat beton 90 x 3 meter (tentatif), peningkatan badan jalan ekowisata sepanjang 1,8 kilometer, serta pembangunan poskamling permanen 16 meter persegi.

Sedangkan kegiatan pemberdayaan lainnya berupa pelatihan Linmas, penyuluhan Narkoba, sosialisasi pencegahan dan penanganan kenakalan remaja/kekerasan dalam rumah tangga dan kesadaran hukum akan dilaksanakan bertahap, mulai realisasi dana desa (DD) tahap pertama hingga ketiga.

Terkait rencana kegiatan pembangunan/pemberdayaan masyarakat tersebut, IPTU Tamsir menyambut positif, sembari meminta Pemerintah Desa Kota Agung mencermati setiap mata anggaran, agar tidak menyulitkan saat pelaksanaan atau memantik temuan.

Fungsi pengawasan oleh Polri, ulas Tamsir, lebih berorientasi pencegahan dampak negatif. Sehingga pihaknya akan terus memantau setiap tahap pembangunan di desa, yakni meliputi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan.[sap]

top