by

Jawab Keluhan 2000 Petani, Gundul: Jembatan Selepa Kita Rehab Bulan Depan

BENGKULU SELATAN | DESA.zone Gagal menganggarkan rehab Jembatan Selepa pada APBD Perubahan 2018 dan APBD 2019, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi MM membayar janjinya dengan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggunakan anggaran pemeliharaan rutin.

“Dalam 2-3 minggu ini kita mulai kerjakan. Ya, paling lambat, Jembatan Selepa kita rehab bulan depan,” cetusnya kepada DesaZone, Selasa (4/2/2020) siang.

top

Usai berkoordinasi singkat dengan instansi terkait, pemilik merk dagang Gundul ini mengarahkan Kepala Bidang Bina Marga PUPR langsung mengecek kondisi terkini jembatan di perbatasan Desa Penandingan Kecamatan Air Nipis dan Desa Babatan Ulu Kecamatan Seginim tersebut.

Setelah menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Air Nipis dan beberapa acara lainnya di wilayah tersebut, Gundul juga menyempatkan diri mematau Jembatan Selepa, didampingi Kadis PUPR dan jajaran.

Meski masih saja berupa rehab sementara, Gundul berkeinginan meloloskan anggaran pantas untuk rehab lanjutan. “Kalau tahun ini sudah tidak memungkinkan. Tahun 2021 lah nampaknya,” timpalnya.

Selain itu, lanjut Gundul, pihaknya juga akan berupaya —melalui lobi khusus kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu— mewujudkan pembangunan jembatan permanen di Desa Kota Agung, sebagai solusi alternatif. Mengingat batasan kemampuan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan membangun jembatan permanen di Selepa.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi infrastruktur pendukung usahati ini, namun sejauh ini Pemkab belum sanggup berbuat banyak.

Bahkan, Gundul masih mengingat hutang janji kepada hampir 3000 petani penggarap 1.500 hektar sawah dan 600-an hektar kebun di Desa Penandingan, Muara Danau dan Padang Lebar.

Janji itu terucap beberapa kali saat gotong-royong rehab Jembatan Selepa, medio Juni 2018 silam. “Ini perbaikan sementara. Nanti dianggarkan lagi di APBD Perubahan 2018 untuk penyempurnaan,” kata Gundul, dikutip dari laman utama Ronin98.com, Selasa siang (12/6/2018) silam.

Menurut kisah masyarakat setempat, “menjual” iming-iming jembatan permanen di Selepa dalam setiap momen politik mamang sudah jadi rahasia umum, jumlah politisi yang melakukannya tidak terhitung lagi. Terakhir, mantan Bupati Dirwan Mahmud juga menjanjikan hal serupa, dan tak pernah ditepati hingga kini.

Diduga, hal ini pula membuat Gundul tidak mau mengulang kesalahan koleganya, meski ada sekitar 6000-an calon pemilih —sehar–hari menggantungkan hidup di jembatan ini— yang masih siap dikelabui demi kepentingan memenangkan Pilkada mendatang.[im]

top