by

Kades dan Bendahara Dibui, Gunung Kayo Gempar

BENGKULU SELATAN | DESA.zone Beberapa jam pasca Kepala Desa dan Bendahara Gunung Kayo, Kecamatan Bunga Mas, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Selatan, berbagai persepsi liar bermunculan.

Masyarakat setempat diminta tenang, tidak terpancing kabar-kabar miring, agar tidak memicu persoalan baru. “Intinya, kita serahkan semua ini (penanganan kasus-red) kepada pihak penegak hukum. Masyarakat jangan terprovokasi pemberitaan (yang belum jelas sumbernya-red),” himbau Mantan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gunung Kayo, Sudirman saat dihubungi DesaZone, Senin (27/1/2020) siang.

top

Selain itu, demi menjaga kontinyuitas pelayanan kepada masyrakat desa, Sudirman meminta seluruh perangkat desa tersisa —di bawah kendali Plh Kades— tetap menjalankan tugasnya seperti biasa, sembari menunggu proses penunjukan Pjs Kades. “Semoga kejadian ini bisa diambil hikmah positifnya, juga menjadi pelajaran bagi desa-desa lain,” pungkasnya.

Sebenarnya, dugaan korupsi Dana Desa (DD) Gunung Kayo tahun 2016 sudah dilaporkan warga setempat kepada aparat penegak hukum beberapa tahun silam, namun berjalan lamban. Bahkan, Satgas Dana Desa Kemendes PDTT pernah mendatangi desa ini tahun lalu, menelurkan beberapa rekomendasi pembenahan.

Setelah diperiksa tertutup hampir dua jam, Kades dan Bendahara —telah lama ditetapkan sebagai tersangka— ini ditahan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bengkulu Selatan, Senin (27/1) pagi.

Sembari menunggu jadwal persidangan di Pengadilan Tipikor Bengkulu, keduanya akan ditahan di Lapas Maleboro Bengkulu. Namun, hari ini masih dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Bengkulu Selatan untuk melengkapi berkas perkara.

Informasi terkini, situasi di Desa Gunung Kayo berangsur tenang. Banyak kalangan berpendapat, berlanjutnya kasus ini ke meja hijau merupakan warning keras bagi seluruh desa se-Bengkulu Selatan, apalagi setelah TP4D dihapuskan.[win]

top