by

Oknum Guru Emosi, Dua Siswa Bersimbah Darah

BENGKULU SELATAN | DESA.zone Seorang siswa kelas IX SMP Negeri 20 dan seorang siswa kelas IX SMPN Negeri 7 di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), Provinsi Bengkulu, mengalami luka robek di bagian kepala setelah terlibat dua aksi kekerasan —beda momen— di SMPN 7 BS, Senin (3/2/2020) pagi hingga siang.

Informasi terhimpun di tempat kejadian perkara (TKP), aksi kekerasan pertama dilakukan seorang oknum guru SMP Negeri 7 berinisial JO yang terpancing emosi saat menghalau tiga siswa sekolah lain —diduga sedang membolos— meninggalkan wilayah sekolah tersebut, karena diduga akan membuat onar.

top

Salah satu siswa tersebut berinisial FER, siswa SMPN 20 dan pernah menjadi siswa SMPN 7. Ketiganya —termasuk FER masih mengenakan seragam sekolah— merangsek masuk area SMPN dari arah pagar belakang SMPN 7, diduga dalam keadaan mabuk dan akan mengganggu siswa lain.

Merasa terejek saat mengusir mereka, JO mengambil sebuah batu, melambungkannya ke arah kawanan FER yang tengah berlari menjauhi pagar belakang sekolah.

Menurut pengakuan JO, tanpa sengaja, batu itu mengenai bagian kepala FER, darah pun bercucuran. “Kejadiannya sebelum jam 9 pagi. Entah kenapa, saya terpancing juga waktu itu,” ungkapnya kepada DesaZone, Senin siang.

Setelah mendapat penanganan medis di Puskesmas terdekat, FER melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Seginim.

Kemudian, tanpa arahan pihak kepolisian setempat sebagai penerima laporan perkara, unsur pimpinan SMPN 7 berinisiatif melakukan mediasi dengan mendatangi rumah orang tua FER di Desa Darat Sawah.

“Waktu itu, mereka (FER dan temannya-red) saya dengar ada suaranya di kamar. Kami kira setelah itu tidak terjadi apa-apa lagi,” kisah salah satu guru.

 

Serangan Balik Saat Hujan Deras

Saat hujan deras mengguyur SMPN 7 dan sekitarnya, insiden kedua terjadi, sekitar pukul 14.10 WIB. Kali ini disebabkan ulah FER dan seorang rekannya yang merasa tidak puas dengan kejadian pertama.

Namun, belum sempat memancing JO —sedang mengajar les– keluar ruang kelas, FER yang datang dari pagar belakang —kondisi jebol— dihadang seorang siswa kelas IX bernama Feozal di depan ruang kelas.

Di hadapan puluhan siswa-siswi lainnya, FER memukulkan sebilah bambu yang bagian ujungnya terdapat paku ke arah pelipis Feozal.

Korban berlarian ke arah kantor sekolah, menanyakan dimana bisa pinjam pisau. Sambil meringis kesakitan akibat luka robek dalam di pelipis kiri, dia mengatakan akan membalas perbuatan FER, namun salah satu guru mencegahnya dan langsung membawanya berobat.

Sekitar 15 menit kemudian, Kapolsek Seginim IPTU Tamsir Hasan dibantu anggota Unit Reskrim berhasil menangkap FER yang masih bertahan bak centeng dekat kawasan sekolah, diduga masih akan mengincar JO.

 

Dua Kasus Langsung Diproses

Mirip peristiwa berdarah pertama, Feozal pun melaporkan perbuatan FER ke Mapolsek Seginim, usai mendapat beberapa jahitan di pelipisnya, sore itu juga.

Ditemui di ruang kerjanya, Kapolsek Seginim IPTU Tamsir Hasan menegaskan, laporan kasus pertama —terlapor JO— sudah dikirim ke Polres Bengkulu Selatan. Sementara kasus kedua —terlapor FER— juga akan disegerakan.

“FER sudah kami tahan di sini. JO juga akan diamankan di Mapolres,” ujarnya, Senin sore.

Belajar dari peristiwa ini, lanjut Tamsir, dia menghimbau seluruh sekolah di wilayah hukum Polsek Seginim lebih tanggap situasi. Kalau suatu saat terjadi hal serupa, jangan biarkan siswa berkeliaran di luar kelas.

“Mohon perhatian semua sekolah untuk lebih berhati-hati. Kejadian hari ini sangat membahayakan keselamatan siswa, kita akan kesulitan kendalikan situasi,” sesalnya sambil menggelengkan kepala.

Pantauan DesaZone hingga Selasa (4/2) siang, terlapor JO masih melaksanakan aktifitas di sekolah. Hingga berita ini dipublis, Kepala SMPN 7, Kepala SMPN 20, orang tua FER, orang tua Feozal masih dalam upaya dikonfirmasi.

Kepala SMPN 7, Hermen, dua kali akan ditemui di kantornya sedang tidak berada di tempat.[min]

top