by

Petang Ini, Bantuan 10 Ribu Masker Diterbangkan ke Tiongkok

JAKARTA | DESA.zone Respon cepat Pemerintah Indonesia terhadap keselamatan WNI yang tengah berada di wilayah Wuhan Tiongkok diwujudkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menerbangkan bantuan 10 ribu masker menggunakan Pesawat Garuda, Rabu (29/1/2020) petang ini.

Pesawat dijadwalkan take off dari Jakarta pukul 18.40 WIB, dan diperkirakan sampai besok pagi (30/1) sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Berikutnya, bantuan ini akan dikelola Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tiongkok, selanjutnya dikirim ke kantong-kontong keberadaan WNI —wilayah terdampak wabah Corona Virus di Wuhan, Provinsi Hubei dan sekitarnya— melalui jasa pengiriman setempat.

top

Beberapa jam sebelum pengiriman bantuan ini, BNPB telah menyerahkan secara simbolis bantuan masker kepada Kementerian Luar Negeri, di Gedung Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, Jakarta Pusat.

Penyerahan bantuan ini dilakukan Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Kerjasama BNPB Zaherman Muabesi kepada Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha, sekaligus penandatangan berita acara bantuan berupa 10 ribu masker dengan spesifikasi N-95.

Bantuan sebelumnya telah diberikan kepada WNI melalui KBRI di Tiongkok sebesar Rp 133 juta, untuk membeli kebutuhan logistik mereka.

Pemberian dukungan bagi WNI berprinsip cepat dan tepat, mengingat otoritas setempat menutup akses ke wilayah-wilayah terdampak Corona. Judha ingin, publik dalam negeri memberikan dukungan moral kepada mereka. “Upaya utama, yaitu pencegahan, seperti menjaga kondisi fisik, asupan nutrisi, istirahat dan dukungan moril,” tambahnya.

Sementara itu, juru bicara Kemlu, Teuku Faizasyah mengatakan, 243 WNI tersebar di Tiongkok. 100 orang berada di Kota Wuhan, sisanya berada di kota-kota lain berjarak tidak saling berdekatan. Pemerintah Indonesia melalui KBRI di Tiongkok selalu memonitor kondisi dan berkomunikasi dengan para WNI tersebut. Pemerintah memastikan kecukupan logistik bagi mereka yang masih berada di wilayah terdampak.

Di samping itu, sambung Faizasyah, Pemerintah Indonesia akan mematangkan pilihan mengevakuasi WNI yang masih berada di Tiongkok. Pihaknya akan bekerjasama dengan kementerian/lembaga untuk pematangan misi evakuasi tersebut. Kemlu telah meminta Dubes RI di Tiongkok untuk mengkoordinasikan rencana evakuasi ini kepada otoritas setempat.

Terkait kondisi mahasiswa di asrama, pihak Kemlu menyatakan mereka mendapatkan perhatian serius dari manajemen asrama, seperti mendapatkan pengecekan kesehatan dari waktu ke waktu.[agusw]

top

TERKINI