by

Selangkah Lagi, Kades Hebat Ini Terjungkal

BENGKULU SELATAN | DesaZone — Segenap warga Desa Gunung Sakti, Kacamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, berang setelah mengecek keabsahan kabar Kepala Desa (Kades) mereka mengganggu istri warga desa tetangga melalui telepon, video call dan chatting mesra.

Mereka berencana akan mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin (24/12/2019) besok, guna mendesak kasus itu diusut tuntas sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan Bupati Gusnan Mulyadi memberhentikan NAD dari jabatannya.

top

Selain itu, perwakilan warga juga akan berkonsultasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) setempat, sekaligus meminta penonaktifan NAD selama masa pemeriksaan kasus asusila tersebut.

“Ini menjatuhkan martabat pemerintahan desa, juga mempermalukan seluruh warga tentunya. Dulu kami kira kades yang ini baik-baik saja,” sesal salah satu tokoh masyarakat Gunung Sakti, Minggu (22/12) malam.

Sementara itu, suami korban saat dihubungi mengaku semakin khawatir gangguan amoral yang menerpa rumah tangganya bakal terulang kembali, sebab pihak pelaku tidak menunjukkan itikad baik pasca upaya perdamaian, minimal dalam bentuk memperbaiki sikap dan perkataan di tengah masyarakat.

“Bukan malah membuat pembenaran, menghina, bahkan ada kesan berusaha membentur-benturkan. Sejak awal mengetahui hal ini saya sudah tidak nyaman, istri saya juga sampai sakit,” sahutnya bernada tinggi.

Baca Juga: Akui Chatting Mesra, Kades Ini Sebut Tidak Takut Dipecat

Demi mencari keadilan dan menyelamatkan rumah tangga dari kemungkinan gangguan susulan, dia berencana akan segera mengadukan kasus ini pihak berwajib.

Dua hari sebelumnya, Plt Kepala DPMD Kabupaten Bengkulu Selatan, Hamdan Sarbaini menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan menegakkan aturan, kalau chatting mesra itu benar-benar terbukti.

Baca Juga: Chatting Mesra Oknum Kades, Dinas PMD Angkat Bicara

“Kami bisa nonaktifkan dulu, semenatara menunggu keputusan lebih lanjut. Ini kasus sensitif, kami akan kejar secepatnya. Tapi BMA juga harus jalan,” ujarnya saat ditemui DesaZone, Jum’at (20/12) sore.

Hamdan berjanji, paling telat dua hari kerja  kasus itu bisa tertangani. “Jadi, karena banyak terpotong hari libur, Kamis lah itu sudah terang urusannya,” pungkasnya.

NAD sendiri, saat dikonfirmasi mengakui sejumlah barang bukti yang dibawa tim investigasi adalah benar jejak perbuatannya. Dia mengaku tidak masalah diberhentikan dari jabatan kepala desa.[tem]

top