by

Tanggap Gagap Covid-19, Pencairan Dana Desa Terhambat di BPKAD?

BENGKULU SELATAN | DESA.zone Terhambatnya pencairan Dana Desa (DD) di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, ditengarai disebabkan lambannya urusan birokrasi di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat.

Padahal, 142 desa di daerah itu tengah membutuhkan dana untuk bersama-sama berupaya menangkal masuknya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), minimal berbentuk sosialisasi intensif dan pembersihan lingkungan desa.

top

“Kemarin (Jum’at-red) kami sudah ke BPKAD untuk melengkapi persyaratan persiapan pencairan, katanya Senin sekalian baru bisa berurusan,” aku salah satu sekretaris desa di daerah itu kepada DesaZone, Sabtu (21/3/2020) sore.

Menurut dia, penundaan urusan itu karena pejabat berkompeten di BPKAD sedang dinas luar. Meski demikian, pria paruh baya ini berharap Senin lusa pejabat tersebut benar-benar menepati janjinya.

Terkait perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)  —sesuai arahan Kemendes PDTT— yang butuh penyesuaian pengendalian situasi Covid-19, Sang Sekdes pesimis.

Sebab, APBDes tanpa revisi ini saja akhir prosesnya hingga pencairan belum bisa dipastikan, apalagi kalau harus merevisi. “Kecuali, revisi dilakukan normal, nanti saat pengajuan APBDes Perubahan (menjelang pencairan tahap ketiga-red),” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Taufik Madjid mendesak pihak-pihak terkait pencairan DD menyegerakan prosesnya.

Sebab, dalam situasi tanggap bencana global (Covid-19) ini, DD sangat dibutuhkan semua desa untuk membantu upaya pencegahan. Peran strategis pemerintah desa membantu pencegahan meluasnya area Covid-19 bisa dilakukan melalui kampanye pola hidup sehat dan bersih di tengah masyarakat.

“Artinya, bahwa telah memberikan peluang kepada desa agar bisa menggunakan dana desa untuk kita menjaga mencegah berbagai macam aspek, khususnya terkait dengan meluasnya virus corona,” terangya kepada DesaZone di Jakarta, Sabtu (21/3) pagi.

Pemerintah desa, lanjut Taufik, juga dapat menggunakan dana desa (DD) untuk penanganan Covid-19 sesuai tingkat eskalasi di wilayah masing-masing.

“Oleh sebab itu, kepada seluruh jajaran pemerintah desa, kepala desa, badan permusyawaratan desa, dan perangkat desa, bahkan tokoh-tokoh masyarakat, kami menghimbau segera melakukan langkah-langkah persiapan dan antisipasi dengan tetap pedomani instruksi dari gugus tugas yang ada di daerah. Sehingga penggunaan dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang sesuai skala dialami masyarakat,” pesannya.

Terkait administrasi dan akuntabilitas, Taufik meminta jajaran pemerintah desa mempercepat penyiapan dokumen administrasi. Ini dibutuhkan untuk persyaratan pencairan DD melalui transfer dari rekening kas umum negara ke rekening kas desa.

Taufik menekankan, kerjasama dan koordinasi yang baik pemerintah desa, BPBD, pemerintah kabupaten dan dinas terkait, khususnya perubahan anggaran desa atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sangat dibutuhkan.

Terkait dana desa, pencairan secara bertahap disesuaikan syarat-syarat yang telah dipenuhi oleh pemerintah desa. “Jajaran pemerintah desa supaya mempercepat syarat-syarat pencairan dana desa,” pungkasnya.

 

Kampanye Keliling

Pantauan DesaZone, kampanye keliling tentang pola hidup bersih guna menangkal perluasan area Covid-19 dilakukan serentak se-Provinsi Bengkulu menggunakan seluruh kekuatan/tenaga medis. Ratusan ambulan dikerahkan berkeliling hingga ke pelosok desa menyampaikan himbauan melalui pengeras suara.

Hari-hari sebelumnya, kampanye serupa juga intensif dilakukan berupa pertemuan tatap muka dengan para kepala desa dan tokoh masyarakat.

Sementara banyak pemerintah desa masih terlihat melongo, karena hambatan klasik, DD belum bisa dicairkan.

Hingga berita ini dirilis, BPKAD dan Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi masih dalam upaya dikonfirmasi terkait penyebab krusial leletnya proses pencairan DD yang menyebabkan Tanggap Gagap Covid-19 di Bumi Sekundang Setungguan tersebut.[agw/lim]

top