by

Terinspirasi RRC Kapolres Cup 2019, Desa Siap Anggarkan Fasilitas Balap

BENGKULU SELATAN | DesaZone — Beberapa pemerintah desa di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, akan segera memfasilitasi para remaja/pemuda penggila balap motor asal desa mereka, menggunakan Dana Desa (DD) 2020.

Selain sebagai upaya menyalurkan hobi balap ke arah positif (prestasi di sitkuit), mengakomodir olahraga otomotif ini dalam APBDes merupakan realisasi menjamin semua stakeholder di desa —khususnya pemuda pecinta olahraga balap motor— merasakan manfaat dana kucuran pemerintah pusat tersebut.

top

Kepala Desa Gunung Ayu Kecamatan Seginim, Wardin menegaskan, pihaknya takkan segan-segan mendukung penuh para pemuda di desa yang ia pimpin menjadi pebalap profesional, dibanding salah arah (balap liar).

Tahap awal perlu dilakukan adalah membantu mereka menyiapkan fasilitas memadai, dimulai kelengkapan pribadi (helm, wearpack dan sepatu). Kendaraan pasti sudah punya masing-masing, tinggak memikirkan mekanik dan pelatihnya.

“Kalau memang mereka punya potensi bagus, harus kita salurkan ke arah positif. Benar-benar kita motivasi jadi pebalap profesional, desa siap asalkan mereka serius,” ujarnya saat ditemui DesaZone di Sirkuit Permanen Padang Panjang, Sabtu (28/12/2019) lalu.

Wardin mengaku, keberadaannya beberapa hari di lokasi gelaran Road Race Championship (RRC) Kapolres Cup 2019 itu bertujuan mengawal enam remaja asal Gunung Ayu yang menjadi peserta dalam event akhir tahun tersebut. “Apalagi kalau ada yang jadi juara, langsung dianggarkan beli baju balap,” janjinya antusias.

Selain Wardin, Pjs Kades Sukaraja Kecamatan Seginim, Dian Suryadi juga terlihat saat laga final RRC berlangsung. Tujuannya sama, memantau salah satu warganya yang tengah mengikuti kejuaraan.

Menurut dia, penganggaran fasilitas balap dalam APBDes bisa saja dilakukan asalkan tepat sasaran dan penuh tanggung jawab. Apalagi, ini juga bertujuan melenyapkan balap liar yang membahayakan banyak orang.

Sementara itu, di Kota Manna —ibukota Kabupaten Bengkulu Selatan— beberapa tim balap tengah menggagas BalapMania Racing School (BRS) yang ditarget mulai merekrut angkatan perdana pada semester kedua tahun ini.

Di sekolah balap ini, peserta didik tidak hanya dilatih teknik berpacu di sirkuit, tapi dilengkapi pula keterampilan mekanikal (setting dan perawatan) kendaraan balap, baik kelas bebek, matic, maupun sport.

Di bawah binaan pelatih profesional berlatar belakang juara nasional dan Asia, para jebolan sekolah ini akan digeret ke race penjenjangan karir selanjutnya di salah satu jenama motor terkemuka dunia.

Selama tiga tahun pertama, tersedia tiga paket pendidikan, yakni paket 10 hari, satu bulan dan tiga bulan, dengan biaya ringan.[ki]

top