by

Tolak Stigma Desa Termiskin, Padang Lebar Gagas Prukades Gula Aren

BENGKULU SELATAN | DESA.zoneStigma desa termiskin di Kabupaten Bengkulu Selatan, bukan sekadar pukulan menyakitkan bagi Padang Lebar, tapi sekaligus sebagai motivasi bangkit dari keterpurukan.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sepakat, pemerintah desa setempat memantapkan gagasan cipta Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades).

top

“Disebut desa termiskin itulah yang rasanya lain, tapi untuk motivasi kita juga. Gula aren dan gula semut cukup menarik, bahan baku dan teknis pengolahannya mudah, peluang memasarkan juga tidak sulit. Kami tertarik,” cetus Direktur BUMDes Sepakat, Yahasabirin, saat berdiskusi terkait Prukades, Senin (10/2/2020) pagi.

Menurut dia, uang kas BUMDes sekitar Rp 130 juta masih dipinjamkan kepada puluhan masyarakat stempat untuk modal menggarap sawah. Sesuai perjanjian, dikembalikan sekaligus setelah panen padi, sekitar dua bulan lagi. Sebagian dana itu akan dialokasikan membebaskan lahan tempat usaha BUMDes.

Sembari menunggu pengadaan bibit aren oleh pemerintah desa, ulas Sabirin, persiapan lahan bisa dimulai. Penanaman akan terfokus pada sepanjang batas pinggir lahan. Bagian tengahnya akan digunakan pembangunan kandang sapi, padang gembala –ditanami rumput setaria dan aneka leguminosa— dan sebagian dijadikan kebun rumput king grass.

Desa terisolir —seberang Air Nipis— di wilayah Kecamatan Seginim ini dihuni 73 kepala keluarga (KK), mayoritas bekerja sebagai buruh tani. Jatah 10 batang bibit aren/KK akan dititipkan kepada BUMDes untuk ditanam dan dikelola selama 10-15 tahun produksi.

“Memasuki tahun keenam setelah penanaman, aren mulai bisa disadap. Masyarakat yang dilibatkan sebagai tenaga sadap sampai pengolahan gula akan mendapatkan upah kerja harian atau borongan. Sementara hasil penjualan akan dihitung sedemikian rupa agar sama-sama menguntungkan (bagi hasil antara BUMDes sebagai pengelola usaha dengan masyarakat sebagai pemilik pohon aren-red),” paparnya.

Sabirin mengaku, pihaknya sudah menemukan jalur pemasaran gula aren ke luar daerah dengan volume permintaan unlimited. Karenanya, dia memprediksi Prukades komoditi ini takkan kandas di hilir.

“Sementara waktu menunggu pohon aren di lahan BUMDEs siap disadap, kami akan menampung nira dari aren lokal hasil sadapan warga. Akan diolah dan dijual di pasar lokal, anggap saja sebagai latihan dulu,” pungkasnya.

Menyikapi gagasan ini, Kades Padang Lebar Diharman menyambut antusias dan siap menganggarkan pengadaan bibit aren unggul dari Balai Penelitian Bibit Palma (Balitma) Puslitbang Perkebunan Kementan. Selain itu, juga siap memperhitungkan pemanfaatan sisa lahan BUMDes untuk komoditi lain, termasuk pembangunan kandang sapi milik BUMDes.

Saat ini, kata Dihar, BUMDes Sepakat sudah memiliki sapi 25 ekor (digaduhkan), hasil pengadaan bakal induk dan pejantan tahun 2017-2018. Menggunakan dana desa (DD) 2017, sebanyak enam betina dan dua jantan, disusuk DD 2018 sebanyak 20 betina.

“Selama ini baru beranak satu. Sementara yang mati karena sakit sudah tiga. Jadi, kami sepakati tahun ini benahi dulu tatalaksana pemeliharaan sapi yang sudah ada (belum ada rencana penambahan-red), kas BUMDes bisa diarahkan ke Prukades tadi,” tutupnya.[pah]

top